Membeli rumah adalah transaksi keuangan terbesar yang pernah kita lakukan, dan orang bisa mendapatkan hasil yang positif atau negatif setelah beberapa lama melakukan pembelian. Faktor terpenting yang menentukan apakah pembelian itu sukses atau tidak adalah nilai dari rumah. Yang menjadi masalah bukan karena harga rumah tersebut Rp 100 Juta atau Rp 1 Miliar tetapi apakah anda membayar lebih mahal untuk sebuah properti yang ternyata merupakah suatu properti yang buruk.

Tentu saja, unsur emosi menjadi satu faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian rumah. Anda bisa saja menyukai lokasi rumah yang ditawarkan dan Anda merasa bahwa Anda harus memilikinya dengan harga berapa pun. Tetapi beberapa tahun setelah terus menerus membayar cicilan hipotek, ternyata rumah impian Anda tidak seperti harga yang anda bayarkan, dan akhirnya menjadi peyesalan yang sia sia. Nilai rumah yang anda beli tidak hanya bernilai sama dari awal pembelian — atau bahkan kurang — dari yang Anda bayarkan, selain itu juga Anda akan kehilangan keuntungan finansial yang bisa didapatkan dengan ekuitas rumah yaitu dengan anda tidak dapat menggunakan ekuitas rumah Anda untuk mendapatkan kredit (refinancing) yang diharapkan. Teruslah membaca artikel ini mempelajari tips terbaik dari kami untuk memastikan Anda mendapatkan kesepakatan terbaik di pasar real estat dan terhindar membayar lebih mahal dari yang seharusnya anda bayarkan

Persiapan Kondisi Keuangan Anda

Jangan repot-repot cari rumah sebelum anda benar-benar mengetahui situasi keuangan dan anggaran anda. Berapa anggaran bulanan yang disanggupi untuk pembayaran cicilan atau bahkan perawatan? Berapa rasio utang terhadap pendapatan Anda? Berapa banyak uang tunai yang Anda miliki untuk uang muka? Kondisi ideal ketika melakukan pembelian rumah adalah apabila setidaknya melakukan pembayaran uang muka setidaknya 20 persen.

Pemberi pinjaman dan para pakar keuangan menggunakan aturan 28/36 persen (atau lebih rendah yang tergantung pada peringkat kredit Anda) untuk membantu klien menentukan berapa banyak yang mereka mampu habiskan untuk sebuah rumah. Tidak lebih dari 28 persen dari pendapatan kotor bisa digunakan untuk biaya perumahan yang mencakup cicilan, dan tidak lebih dari 36 persen bisa digunakan untuk total utang biaya rumah tangga. Jadi, jika penghasilan Anda adalah Rp 15 Juta per bulan, pembayaran rumah Anda (termasuk pajak dan asuransi) tidak boleh lebih dari Rp 4,2 Juta per bulan. Total utang rumah tangga, termasuk perumahan dan kewajiban bulanan lainnya seperti kartu kredit dan pinjaman lainnya, tidak boleh melebihi 36 persen, atau Rp 5,4 Juta

Cari Pembiayan KPR Terbaik

Mendapatkan hipotek yang tepat berpotensi menghemat puluhan juta rupiah selama masa pinjaman. Uang yang Anda pinjam adalah pokok, dan harga yang Anda bayar untuk meminjam pokok adalah bunga. Selama masa hipotek, Anda membayar bunga lebih banyak daripada jumlah pokok yang Anda pinjam pertama kali. Dua faktor yang memengaruhi berapa banyak bunga yang Anda bayar adalah tingkat bunga dan panjangnya (jangka waktu) jangka waktu pinjaman. Anda membayar lebih banyak dengan tarif lebih tinggi dan jangka waktu lebih lama, dan Anda membayar lebih sedikit dengan tarif lebih rendah dan jangka waktu lebih pendek.

Anda dapat browsing terlebih dahulu dari berbagai situs online untuk menemukan berbagai jenis hipotek dari bank berbeda. Suku bunga tetap hipotek membebankan persentase yang sama pada pokok pinjaman selama masa pinjaman. Suku bunga KPR yang dapat disesuaikan naik dan turun dengan fluktuasi pasar. Jangkauan berkisar 15 hingga 20 tahun. Hipotek paling populer adalah hipotek suku bunga tetap 20 tahun, karena dilengkapi dengan pembayaran bulanan yang lebih kecil, tetapi nilainya lebih tinggi daripada hipotek 15 tahun. Suku bunga terendah dan jumlah total bunga minimum yang akan Anda bayarkan adalah hipotek suku bunga tetap 15 tahun.

Dapatkan persetujuan awal untuk hipotek.

Setelah mengetahui beberapa penyedia hipotek atau KPR saat ini, luangkan waktu untuk mendapatkan pra-persetujuan oleh pemberi pinjaman atau bank yang besar - dan jangan salah paham antara prakualifikasi dengan pra-persetujuan. Prakualifikasi hanyalah perkiraan jumlah yang Anda mungkin dapatkan, berdasarkan informasi keuangan yang Anda berikan kepada pemberi pinjaman. Pra-persetujuan menyatakan jumlah spesifik yang telah Anda setujui, dan proses untuk mendapatkannya melibatkan verifikasi informasi keuangan yang Anda berikan dan pemeriksaan kredit.

Mendapatkan persetujuan awal memastikan jumlah pinjaman yang bisa anda dapatkan untuk pembiayaan pembelian. Mendapatkan persetujuan awal bisa memakan waktu beberapa bulan, tergantung pada situasi keuangan Anda, bank yang bekerja sama, dan seberapa sibuk kondisi bank pada saat itu. Jika Anda mencari cara untuk mengamankan risiko Anda sambil menunggu persetujuan bank dalam situasi di mana penjual mengharuskan Anda membayar uang muka, Loyagami dapat membantu Anda mengurangi risiko untuk itu.

Laman: 1 2

Leave a Reply