Skip to main content

Pasar hunian bagi lansia merupakan suatu peluang yang bisa dilirik oleh developer di tanah air.

Pada tahun 2025 jumlah orang lanjut usia (lansia) diperkirakan telah mencapai 20% dari total penduduk Indonesia. Padahal, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2014 jumlah lansia di Indonesia mencapai 20,24 juta jiwa atau setara dengan 8,03 persen dari total penduduk pada tahun tersebut.

Masih dari data tersebut, disebutkan bahwa sekitar 42,32 persen lansia hidup bersama selama tiga generasi dalam satu rumah tangga. Sebanyak 26,80 persen lansia lainnya tinggal bersama keluarga inti. Sedangkan 17,48 persen hanya tinggal bersama pasangannya. Sedangkan sisanya sebesar 9,66 persen lansia hidup sendiri dan harus memenuhi kebutuhan pangan, kesehatan dan sosialnya secara mandiri.

Perumahan bagi lansia adalah peluang yang bisa dilihat oleh developer di tanah air. Sebab meski hanya berkisar 8 persen, angka ini setara dengan jumlah penduduk Singapura dan Jepang.

Di tengah kondisi pasar properti yang kurang mendukung, sebenarnya masih banyak peluang lain yang bisa diincar oleh para pengembang. Salah satunya adalah perumahan lansia, dan belum banyak yang mengembangkan subsektor ini

Peluang ini juga sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan 10 Bali baru. Dan lebih jauh lagi, pemerintah hanya perlu menambah infrastruktur kesehatan dan jika berhasil tentunya tidak hanya masyarakat Indonesia yang tertarik tetapi juga para lansia dari luar negeri.

“Indonesia juga memiliki banyak kaum urban yang tentunya jarang bertemu dengan orang tuanya, padahal orang tua kita membutuhkan seseorang untuk diajak bicara,” ucap pakar bidang lansia di Indonesia ini.

Saat ini pangsa pasar lansia menyasar kalangan menengah ke atas. Namun, bisa juga untuk kalangan menengah atau bahkan masyarakat berpenghasilan rendah.

Wilayah Bandung dan Bogor menjadi lokasi potensial pengembang panti jompo lansia mengingat lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Selain daerah lain di sejumlah wilayah di Indonesia, baik yang berbasis pegunungan maupun lautan, seperti Bali, Malang, Yogyakarta, dan daerah lain yang infrastrukturnya cukup baik dengan ketersediaan sarana kesehatan.

Saat ini Singapura dan Australia menjadi dua negara yang gencar mengembangkan hunian khusus untuk lansia.

Saat ini negara yang telah memanfaatkan pasar hunian lansia adalah Malaysia, Singapura dan Filipina. Negara tetangga ini menarik para lansia untuk datang dan tinggal di sana, termasuk dari Indonesia.

Peluang usaha juga cukup banyak untuk pendamping atau perluasan peluang usaha dari penyediaan hunian bagi para lansia, diantaranya memberikan fasilitas bagi lansia untuk kegiatan kreatif seperti melukis dan kerajinan tangan serta taman botani senior untuk menanam buah, bunga dan Rempah.

Tempat kegiatan yang disediakan ini dapat diperuntukkan bagi para lansia sebagai pengguna akhir atau sebagai sarana bagi para lansia untuk memberikan atau menjual layanan kepada masyarakat dengan menggunakan fasilitas yang telah disediakan.

Kami membuka peluang bagi Anda yang tertarik dengan bisnis ini untuk mencari partner pembiayaan, pemilik lahan atau operasional

Silahkan hubungi kami jika anda tertarik dengan peluang bisnis ini dan setidaknya memiliki salah satu kelebihan apakah anda mempunyai tanah dan ingin mencari rekanan, atau sedang mencari rekanan yang mempunyai lokasi tanah