Skip to main content

Hampir 70% dari debitur KPR atau KPA dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami gagal bayar pada tahun ketiga dan kehilangan investasi yang telah mereka bayarkan

Ada banyak tantangan yang muncul ketika kita ingin mulai membeli rumah menggunakan pembiayaan bank. Menurut survei , konsumen mengatakan hambatan nomor satu untuk membeli rumah adalah tabungan atau dana yang cukup untuk membayar uang muka. Apa sebenarnya uang muka itu? Uang muka adalah uang yang Anda keluarkan dari kantong Anda sendiri untuk melakukan pembelian, dan pertanyaan selanjutnya adalah berapa uang muka yang ideal untuk pembelian rumah.

Aturan praktis yang cerdas adalah memiliki dana yang tersedia untuk membayar uang muka setidaknya 20 persen dari harga rumah (rumah atau apartemen). Nilai persentase ini merupakan standar terbaik yang seringkali tidak diketahui atau bahkan dilupakan orang. Apalagi promosi uang muka 0% atau uang muka kecil sangat marak yang dikampanyekan baik oleh bank maupun developer properti.

Lalu mengapa kita perlu memahami pentingnya uang muka minimal 20% dari harga jual dimana sisanya 80% bisa menggunakan pembiayaan bank? Nilai 20% adalah nilai minimum, dan akan lebih baik lagi jika Anda memberikan uang muka lebih banyak untuk membeli rumah

Alasan Nomor 1: Meningkatkan Peluang Mendapatkan Pembiayaan Bank

Pada dasarnya industri perbankan akan lebih memilih pembeli sebagai debitur yang memiliki daya beli yang cukup, sehingga dengan melakukan pembayaran uang muka minimal 20% atau lebih, peluang memperoleh pembiayaan bank akan jauh lebih besar daripada kurang dari 20%.

Alasan Nomor 2: Hindari biaya asuransi yang tinggi

Jika Anda hanya membayar uang muka kurang dari 20% dari harga jual, maka umumnya asuransi jiwa atau asuransi lain yang sering tidak diketahui debitur atau pembeli akan lebih besar, hal ini dikarenakan pihak pembiayaan atau bank memerlukan langkah-langkah untuk meminimalisir risiko di kasus kegagalan. pembayaran atau hal lain yang berisiko terhadap kelancaran pembayaran cicilan KPR. Jadi bisa dikatakan membeli rumah dengan pembiayaan bank dan uang muka (DP) yang kecil akan berdampak pada biaya yang lebih tinggi bagi anda yang harus di bayar dimuka.

Alasan Nomor 3: Nilai Aset Tidak Sepadan Dengan Nilai Hutang

Jika Anda melakukan pembelian dengan uang muka yang kecil dan berjangka panjang, misalnya 10 tahun atau lebih, maka pertumbuhan nilai aset Anda tidak akan sebanding dengan nilai utang Anda karena pertumbuhan rata-rata nilai aset per tahun. sekitar 5% per tahun sedangkan tingkat bunga hutang umumnya 3% – 5% lebih mahal dari kenaikan nilai properti, belum lagi penurunan nilai bangunan yang akan memperburuk kondisi jika Anda berniat melakukan pelunasan ketika mengalami masalah keuangan atau untuk tujuan refinancing (pemindahan pembiayaan) ke bank lain

Jadi dapat dikatakan bahwa ketika Anda ingin menjual tempat tinggal dengan tujuan membeli tempat tinggal baru ketika hutang bank Anda lunas di tahun ke-10 atau bahkan lebih, maka Anda telah mengalami kerugian sebesar 30% -40% dari uang yang Anda belanjakan.

Itulah 3 alasan utama yang perlu Anda ulas jika berniat membeli rumah atau apartemen dengan uang muka kurang dari 20%.

Dan untuk memberikan solusi tersebut, Loyagami Space memberikan solusi pembelian melalui persewaan, dimana kami dapat membantu calon pembeli untuk mengumpulkan uang terlebih dahulu tanpa harus kehilangan rumah idamannya karena telah terjual (sebagai strategi yang sering digunakan penjual untuk menekan pembeli) dan harga jual tetap sama untuk 1 atau 2 tahun ke depan, di mana kami membeli rumah yang kami inginkan dan mengizinkan personalisasi melalui skema sewa

Dan jika tidak mendapatkan pembiayaan bank setelah tahun ke-1 atau ke-2, maka kenaikan harga untuk membeli bisa dinegosiasikan agar tidak membebani calon pembeli. Solusi ini hanya berlaku untuk rumah yang siap huni atau rumah sekunder